Senin, 30 September 2013

Sistem dan Konversi Bilangan

Sistem Bilangan

Sistem bilangan yang digunakan pada piranti digital terdiri dari beberapa macam, antara lain bilangan desimal, bilangan biner, bilangan oktal, dan bilangan heksa desimal.

1. Bilangan Desimal
Bilangan desimal adalah bilagan dengan basis 10. Disimbolkan dengan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9. Nilai suatu bilangan dalam bilangan desimal (basis 10) dapat dinyatakan sebagai Σ(N x 10a) dengan N = 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 dan a = …, -3,-2, -1, 0, 1, 2, 3, …(bilangan bulat yang menyatakan posisi relatif N terhadap koma atau satuan ).

2. Bilangan Biner
Bilangan biner adalah bilangan dengan basis 2. Disimbolkan dengan 0 dan 1. Nilai suatu bilangan biner (basis 2) dalam desimal (basis 10) dapat dinyatakan sebagai Σ(N x 2a) dengan N = 0 atau 1; dan a = …, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, …(bilangan bulat dalam decimal yang menyatakan posisi relatif N terhadap koma atau satuan).

3. Bilangan Oktal
Bilangan oktal adalah bilangan dengan basis 8. Disimbolkan dengan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7. Nilai suatu bilangan oktal (basis 8) dalam desimal (basis 10) dapat dinyatakan sebagai Σ(N x 8a) dengan N = 0, 1, 2,3, 4, 5, 6, dan 7; dan a = …,-3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, …(bilangan bulat dalam decimal yang menyatakan posisi relatif N terhadap koma atau satuan). 

4. Bilangan Hexadesimal
Bilangan hexadesimal adalah bilangan dengan basis 16. Disimbolkan dengan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F . Nilai suatu bilangan hexadesimal (basis 16) dalam desimal (basis 10) dapat dinyatakan sebagai Σ(Nx 16a) dengan N = 0, 1, 2,3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, dan 15; dan a = …, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, …(bilangan bulat dalam decimal yang menyatakan posisi relatif N terhadap koma atau satuan).


........................................................................................................................



Konversi Bilangan


1.  Bilangan Desimal ke Bilangan Biner

Untuk menjadikan bilangan desimal (basis 10) ke bilangan biner (basis 2) yaitu dengan cara membagi bilangan desimal tersebut dengan 2 secara terus-menerus.
Contoh :
ubahlah bilangan 98(10) ke bilangan biner (basis 2)

98       :         2        =        49      sisa    0

49       :         2        =        24      sisa    1

24       :         2        =        12      sisa    0

12       :         2        =        6        sisa    0

6         :         2        =        3        sisa    0

3         :         2        =        1        sisa    1

1         :         2        =        0        sisa    1

Sisa dituliskan dari bawah : 1 1 0 0 0 1 0(2)

2.  Bilangan Biner ke Bilangan Desimal

Untuk mengubah bilangan biner (basis 2) ke bilangan desimal (basis 10) yaitu dengan cara (N x 2a).
Contoh :
Ubahlah bilangan 1 0 1 1 0(2) ke dalam bilangan desimal (basis 10)

N        =        1       0        1        1        0

                     24           23           22           21           20

           =       (1 x 24) + (0 x 23) + (1 x 22) + (1 x 21) + (0 x 20)

           =       16 + 0 + 4 + 2 + 0

           =       22(10)

3.  Bilangan Desimal ke Bilangan Oktal

Untuk mengubah bilangan desimal (basis 10) ke bilangan oktal (basis 8) yaitu dengan cara membagi bilangan desimal tersebut dengan 8 secara terus-menerus.

Contoh :
Ubahlah bilangan 1368(10) ke dalam bilangan oktal (basis 8)

1368    :         8        =        171     sisa   0

171      :         8        =        21      sisa   3

21        :         8        =        2       sisa   5

2          :         8        =        0       sisa   2

Sisa dituliskan dari bawah : 2 5 3 0
Jadi 136810 = 25308

4.  Bilangan Oktal ke Bilangan Desimal

untuk mengubah bilangan oktal (basis 8) ke bilangan desimal (basis 10) yaitu dengan cara (N x 8a).
Contoh :
Ubahlah bilangan 1476(8) ke dalam bilangan desimal (basis 10)

N        =        1        4        7        6

                               83           82      81       80

                    =        (1 x 83) + (4 x 82) + (7 x 81) + (6 x 80)

                    =        512 + 256 + 56 + 6

                    =        830(10)

5.  Bilangan Desimal ke Bilangan Hexadesiamal

Untuk mengubah bilangan desimal (basis 10) ke bilangan hexadesimal (basis 16) yaitu dengan cara membagi bilangan desimal tersebut dengan 16 secara terus-menerus.
Contoh :
Ubahlah bilangan 1900610 ke dalam heksadesimal (basis 16)

19006   :         16      =       1187  sisa   14 (=E)

1187     :         16      =       74     sisa   3

74         :         16      =       4       sisa    10 (=A)

4           :         16      =       0       sisa   4

Sisa dituliskan dari bawah : 4 A 3 E
Jadi 1900610 = 4A3E16

6.  Bilangan Hexadesimal ke Bilangan Desimal

untuk mengubah bilangan hexadesimal (basis 16) ke bilangan desimal (basis 10) yaitu dengan cara (Nx 16a).
Contoh :
Ubahlah bilangan 1 0 A 5 B(16) ke bilangan desimal (basis 10)

N        =        1        0        A       5        B

                    164     163     162     161     160

           =        (1 x 164) + (0 x 163) + (A x 162) + (5 x 161) + (B x 160)

           =        65536 + 0 + 2560 + 80 + 11

           =        68187(10)


Tabel konversi bilangan desimal, biner, oktal, hexadesimal

Desimal
Biner
Oktal
Hexadesimal
(Radix 10)
(Radix 2)
(Radix 8)
(Radix 16)
00
0000
00
0
01
0001
01
1
02
0010
02
2
03
0011
03
3
04
0100
04
4
05
0101
05
5
06
0110
06
6
07
0111
07
7
08
1000
10
8
09
1001
11
9
10
1010
12
A
11
1011
13
B
12
1100
14
C
13
1101
15
D
14
1110
16
E
15
1111
17
F



Referensi :
Pengantar Sistem Digital by Dr. Wawan Setiawan, M.Kom


Sistem Analog dan Digital, Besaran Analog dan Digital

Sistem analog dan sistem digital

Sistem dapat didefinisikan sebagai suatu himpunan benda atau bagian-bagian yang bekerja bersama-sama atau terhubung sedemikian rupa sehingga membentuk suatu keseluruhan.

Sistem analog
         Sistem analog meliputi peralatan yang mengolah besaran fisik yang diwakili dalam bentuk analog. Dalam system analog besaran itu beragam dalam nilai yang sinambung. Sebagai contoh amplitudo sinyal keluaran pengeras suara dalam pesawat penerima radio dapat memiliki nilai yang sinambung dari nol sampai ke nilai maximum yang mampu ditahannya.

Contoh Sistem Analog:
1.      Remote TV
2.      Spedometer pada motor
3.      Pengukur tekanan
4.      Telepon
5.      Radio analog



Sistem digital
        Sistem digital adalah susunan peralatan yang dirancang untuk mengolah besaran fisik yang diwakili oleh besaran digital, yaitu oleh nilai diskrit.
Peralatan itu pada saat ini umumnya merupakan peralatan elektronika. Meskipun dapat juga merupakan peralatan mekanik atau pneumatic. Sistem digital yang umum dijumpai antara lain adalah computer, kalkulator, dan jam digital.

Contoh Sistem Digital:
1.      Jam digital
2.      Kamera digital
3.      Penunjuk suhu digital
4.      Kalkulator digital
5.      Computer
6.      HP
7.      Radio digital


Sumber :



Besaran Analog dan  Besaran Digital


Pengertian “Analog” dan “Digital” berasal dari teknik hitungan yang akhirnya banyak digunakan pada bidang elektronik khususnya untuk pengukuruan besaran elektronik.

Besaran Analog

Untuk menyatakan besaran analog kita membutuhkan besaran persamaan (analogi), misal pada hitungan analog menunjukan bilangan 1 maka pada besaran tegangan menyatakan 1 volt, untuk bilangan 2 menyatakan tegangan 2 volt, untuk bilangan 4 menyatakan tegangan 4 volt dan untuk bilangan 15,75 menyatakan 15,75 volt dan seterusnya.
Pada contoh diatas antara besar bilangan dan besar tegangan yang dinyatakan adalah mempunyai nilai kesepadanan, perubahan nilai bilangan baik naik maupun turun akan selalu menunjukan nilai yang sepadan dengan tegangan.
Ketepatan penunjukan besaran analog adalah tergantung pada pengukuran besaran analog, pada umumnya ketepatan pengukuran tegangan + 1% dan juga tergantung pada suhu saat itu. Penunjukan skala pengukuran pada analog dapat berupa skala penggaris lurus, skala lingkar (jam), bar chart atau grafik lengkung.


 gambar skala analog pada alat ukur elektronik


Besaran Digital

Untuk menyatakan besaran digital kita gunakan angka-angka, kata digital berasal dari kata digitus yang artinya menghitung pakai jari. Mesin penghitung digital yang sudah lama dikenal adalah simpoa dan saat ini dapat kita lihat kalkulator elektronik, komputer dan alat-alat ukur dengan penampilan data berupa angka-angka.
Besaran digital dapat dinyatakan dengan impul (pulsa), misal bilangan 3 dinyatakan dengan 3 pulsa, bilangan 48 dinyatakan dengan 48 pulsa.

Tampilan nilai besaran tertentu dalam bentuk angka-angka dikenal juga dengan nama tamplian digital, biasanya digunakan pada alat-alat ukur listrik dan elektronik.




gambar tampilan digital pada LCD






Dengan tampilan digital kita akan sangat mudah menentukan suatu besaran karena dapat langsung dibaca dalam bentuk angka (penunjukan lebih pasti), sedangkan pada tampilan analog kita harus membuat interpretasi lebih dahulu (cenderung pada harga perkiraan)



 Referensi : 

 TEKNIK DIGITAL  By : Budic Utom

Sabtu, 28 September 2013

Perbedaan Sinyal Analog dan Digital

Perbedaan Sinyal Analog dan Digital


Signal analog

Sinyal analog atau biasa disebut broadband adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dua parameter/ karakteristik terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah amplitude dan frekuensi. Isyarat analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus, mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua bentuk isyarat analog. Hal ini didasarkan kenyataan bahwa berdasarkan analisis fourier, suatu sinyal analog dapat diperoleh dari perpaduan sejumlah gelombang sinus. Dengan menggunakan sinyal analog, maka jangkauan transmisi data dapat mencapai jarak yang jauh, tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise. Sinyal analog bisa dirubah ke bentuk digital dengan dimodulasi terlebih dahulu. Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phase.

· Amplitudo : ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog.
· Frekuensi : jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik.
· Phase : besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8EIqUL0g0wf7iGJnT6h0UTl5Ycmq17vzPPzA3yEwOrUxT_35n2Qe7ErfycO4xNbZ5emNS67xHN6NqI4Puut2r-Fl4sRrWe3aIGi1bQxpCvftS9D3XPc0ss9VwDoKmWEriF983BQFIrepA/s1600/an1.png


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuDDdxbbtiJPJnlLzty1roFMhTBLLAyl-aJdO2cEjNuq5xAZ2tw-VchuOKikBV8UupsS398TRgZyJ8CV6xjIJlP9c6KSOISzF293TLoIjP8F20X-JoT1FYgUra7eXAj0aU3XE89QA3-L81/s1600/an2.png



Data Analog disebarluaskan melalui gelombang elekromagnetik (gelombang radio) secara terus menerus, yang banyak dipengaruhi oleh faktor pengganggu atau penghalang. Analog merupakan bentuk komunikasi elektromagnetik yang merupakan proses pengiriman sinyal pada gelombang elektromagnetik dan bersifat variable yang berurutan. Jadi sistem analog merupakan suatu bentuk sistem komunikasi elektromagnetik yang menggantungkan proses pengiriman sinyalnya pada gelombang elektromagnetik.
Kecepatan gelombang ini disebut dengan Hertz (Hz) yang diukur dalam satuan detik. Misal dalam satu detik gelombang dikirim sebanyak 1000, maka disebut dengan 1000 Hertz.
Kekurangan sistem analog ini adalah pengiriman sinyal agak lambat dan sering terjadi error. 
Signal analog dapat digunakan dalam media tertutup seperti kabel coaxial, TV kabel dan kabel tembaga . Signal analog dapat pula digunakan melalui medium terbuka seperti gelombang mikro, telepon rumah tanpa kabel dan telepon seluler.

kelemahan sinyal analog :

  • semakin jauh jarak semakin lemah sinyal. (bisa diatasi dengan penguat sinyal atau amplifier)
  • rentan terhadap intrefensi listrik atau noise” dari dalam jalur. Kabel listrik, petir dan mesin-mesin listrik semua menginjeksikan noise dalam bentuk elektrik pada signal analog



Signal digital

Sinyal Digital disebut juga baseband .Sebagai ganti gelombang maka signal pada sistem digital ditransmisikan dalam bentuk bit bit biner. Sistem biner adalah sistem on – off (atau sistem 1 – 0 ), jadi bila ada tegangan atau on maka di angkakan 1, sedang bila tidak ada tegangan  atau off maka diangkakan 0.  Kemungkinan nilai untuk sebuah bit adalah 2 buah (21). Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00, 01, 10, dan 11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n bit adalah sebesar 2n buah.
Meski memiliki kelemahan terhadap nosie inteferensi listrik apabila jarak semakin jauh, namun signal digital masih dapat diperbaiki atau “direparasi” artinya dengan cara membangkitkan ulang bit-bit tersebut dengan tidak meregenerasi noise.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDmTqhYqnTaZyh-HTwZmnIhyphenhyphenZfmzXUeBVl035kPYLm-sANxFgpW1cQ4FqvpHGR5dSePHo5BSYgHOMHHpQt_GKAUbb69QbB6a-TB2s90mAd2SOwWmZV2SzIf1Mw82m3Xow1JT_Qsdhbl8L9/s1600/dig1.png

Perbedaan berdasarkan karateristiknya

ANALOG
DIGITAL
·         Teknologi lama
·         Dirancang untuk voice
·         Tida efektif untuk data
·         Sering mengalami masalah noise dan rentan error
·         Kecepatan lebih rendah
·         Overhead tinggi
·         Analog bisa dikonversi ke digital


·         Teknologi baru
·         Dirancang untuk voice dan data
·       Opsi-opsi pengujian yang lebih lengkap
·         Informasi discrete-level
·         Kecepatan lebih tinggi
·         Overhead rendah
·   Setiap sinyal digital dapat dikonversikan ke sinyal analog
     


Contoh komunikasi data komputer sinyal digital dan analog

   Contoh komunikasi data komputer dengan modem

Modem adalah perangkat yang memungkinkan komputer untuk mengirimkan data melalui telepon atau jalur kabel. Komputer internal menyimpan data dalam bentuk digital,.sedangkan data melalui saluran telepon ditransmisikan dalam bentuk sinyal analog. Modem pada akhir pengirim mengubah bentuk digital ke  bentuk analog dan modem pada akhir penerima melakukan fuungsi konversi bentuk analog ke bentuk digital.


Sumber :

Kamis, 19 April 2012

Konfigurasi IP Address pada SO Linux Debian basis Text

konfigurasi IP Address

misal:  IP Address 192.168.6.6
            hostname  server
            domain  smkn1gempol.sch.id

1. Setting IP Address
  
    #nano /etc/network/interfaces
           
             auto eth0
             iface eth0 inet static
                      address  192.168.6.6
                      netmask 255.255.255.0
                      network 192.168.6.0
                      broadcast 192.168.6.255
                      gateway  192.168.6.6

    simpan dan keluar (ctrl+o , ctrl+x)

2. Setting Hostname

    #nano /etc/hosts
   
      127.0.0.1                  localhost
      192.168.6.6              server.smkn1gempol.sch.id        server
   
      simpan dan keluar (ctrl+o , ctrl+x)

3. Setting resolv.conf

    #nano /etc/resolv.conf

      search                smkn1gempol.sch.id
      name server       192.168.6.6

   simpan dan keluar (ctrl+o , ctrl+x)

4. Restart networking

    #/etc/init.d/networking restart

5. Tes koneksi

    #ping 192.168.6.6

    (untuk menghentikan proses tekan ctrl+z)